Jumat, September 30, 2022

Praktisi dan Profesional HR Bicara HR Trend 2021

Praktisi dan Professional HR Bicara HR Trend 2021

Bicara tahun 2020 maka kita akan sepakat bahwa pengalaman para HR tentang Covid 19 memiliki efek luas terhadap kebijakan yang akan diambil pada tahun 2021. Kebijakan yang diambil merupakan prioritas sebagian besar para pemimpin HR, dimana mereka harus dengan cepat bertransformasi agar dapat menavigasi segala sesuatunya mulai dari budaya kerja jarak jauh, perubahan peraturan perundangan ketenagakerjaan yang terangkum dalam UU Cipta Kerja hingga kesehatan serta keselamatan kerja karyawan.

Lalu apa kata para praktisi HR menyikapi trend yang akan terjadi pada tahun 2021 ? Redaksi Dunia HR mengumpulkan pendapat para praktisi dari berbagai industri melalui wawancara tidak langsung melalui aplikasi pesan singkat dalam liputan khusus kali ini.


Anthony Dio Martin – CEO HR Excellency

Trend HR Dunia tetap Pengaruhi Tren HR di Indonesia

Sebenarnya antara HR di Indonesia, akan banyak terpengaruh juga oleh trend HR dunia. Banyak trend HR dunia yang juga akan masuk dan pengaruhi praktek di Indonesia. Hanya saja, karena isu-isu lokalnya berbeda, maka tantangan buat praktisi HR Indonesia, punya urgensi yang sedikit berbeda dengan HR di luar sana. Misalkan, trend HR soal HR analytic ataupun lerarning management system (LMS) yang mulai menjadi perhatian sejak beberapa tahun terakhir, akan menjadi isu HR di Indonesia, hanya saja urutannya berbeda.

Mari kita lihat, berdasarkan berbagai studi yang kami adakan dengan melihat berbagai trend dunia. Misalkan saja dari website HR Resources Today (www.humanresourcestoday.com) atau data dari Global Talent 2021 yang dipublikasikan Oxford Economics atau pun “The 2020 HR Sentiment Survey” yang diterbitkan oleh Futureworkplace, 2020 bisa jadi memberi gambaran soal bagaimana kondisi HR dunia punya dampak pada praktek HR Indonesia juga. Jika digabungkan, maka dari diskusi timnya HR Excellency dan MWS Indonesia, kami menyimpulkan beberapa trend HR Indonesia memasuki masa pandemi yang masih berlanjut hingga 2021 ini

Simak paparan lengkapnya di : Trend HR di Indonesia 2021


Didik Mas’adi – Wakil Ketua Kagama Human Capital dan VP HR di Perusahaan Logistik

Efisiensi, Pengembangan Karyawan, Partner bagi Bisnis dan UU Cipta Kerja

Trend di bidang HR di Indonesia di tahun 2021 akan semakin menantang. Pandemi Covid yang belum juga berakhir, merupakan tantangan namun juga peluang di bidang HR.

Pandemi Covid bisa berdampak pada efisiensi perusahaan dimana HR adalah garda depan untuk melakukan efisiensi.

Di sisi lain pandemi Covid memberikan kesempatan kepada HR untuk memperkuat pondasi pengembangan karyawan melalui banyak program training hingga pembelajaran yang bisa dilakukan secara online.

HR juga harus bersiap menjadi partner bagi bussines karena tahun 2021 berpotensi ditemukan vaksin yang berdampak bagus bagi bussines rebound dan tumbuh kembang perusahaan.

Berlakunya UU No. 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja juga menjadi challenge bagi para praktisi HR di lapangan untuk membangun hubungan industrial yang harmonis di Perusahaan


Glen C. Pattiradjawane, PhD – General Manager The Surga, Bali

Multitasking People

Multitasking people, artinya begini : karyawan yang bisa multitasking dalam pekerjaannya akan lebih survive dan dipertahankan oleh perusahaan.

Kemudian Rekrutmen akan lebih banyak menitikberatkan pada mereka yang memilik ekstra soft skills. Misalkan, memiliki kemampuan berbahasa Inggris, dan juga kalau bisa menguasai bahasa asing lainnya lagi, dengan kemampuan bahasa tersebut dapat menjadi nilai tambah.


Peter Febian – Human Resources Advisor, Praktisi Startup, dan Praktisi Komunikasi Publik

Lean & Agile Organization

Ternyata, dengan intensifikasi teknologi di semua lini organisasi, ditambah lagi dengan Work From Home (dan / atau sinergis dengan Work From Office / WFO); perusahaan dapat berjalan baik-baik saja, bahkan menjadi lebih efektif dan lebih efisien, dengan jumlah SDM yang lebih sedikit. Inilah cikal-bakal akan semakin intensnya tren Lean & Agile Organization di semakin banyak perusahaan di masa depan.

Intinya, Lean Organization akan benar-benar memperhitungkan kebutuhan SDM dengan amat sangat cermat. Rekrutmen tidak dilakukan dengan mudah dan jor-joran.

Ketika Lean Organization telah berjalan efektif, maka itu akan menjadi sisi mata uang yang tak terpisahkan dari Agile Organization.

Jika organisasi tradisional misalnya memiliki 7 lapisan hirarki dari tingkatan Staff hingga CEO, di dalam Agile Organization, bisa jadi hanya ada 3 lapisan hirarki dari tingkatan Staff hingga CEO.

Pucuk pimpinan tertinggi dalam Agile Organization akan lebih banyak bersentuhan langsung dengan hirarki organisasi di bawah. Hambatan manajerial banyak dipangkas. Ini dimungkinkan karena intensnya penggunan teknologi yang mendampingi pucuk pimpinan, sehingga tidak lagi urgen membutuhkan manajerial lini tengah sebagai “perantara”

Simak paparan lengkapnya di : Lean & Agile Organization


Henry YK Pangemanan – Praktisi Human Capital

Digitalisasi, Analisa Beban Kerja, serta Pengurangan Jumlah Karyawan

Pembelajaran selama masa pandemi mulai bulan Februari sampai Desember ini harusnya sudah lebih dari cukup untuk kita membuat strategi apa yang akan kita lakukan sebagai praktisi HR untuk tahun 2021.

Prediksi pertama adalah peningkatan proses digitalisasi terutama untuk mengembangkan hal-hal yang belum kita gunakan saat ini tetapi mungkin sudah digunakan di perusahaan atau industri lain.

Presensi, ijin cuti, interview, assesment, meeting, pelatihan, tanda tangan digital dan pendekatan teknologi yang sudah digunakan tentu harus terus disempurnakan dari segi user friendly, tingkat efisiensi dan tentu keamanan dari sistem yang digunakan.

Memanggil konsultan yang sudah teruji untuk memperbaiki dan meningkatkan digitalisasi di system perusahaan atau industri kita akan sangat membantu untuk bekerja lebih cepat dibandingkan dengan mengembangkan sistem sendiri yang perlu waktu dan rawan kesalahan saat uji coba,

Prediksi kedua adalah timbulnya kesadaran manajemen puncak untuk mengukur analisis beban kerja baik kepada individu maupun kepada bagian atau divisi dalam perusahaan. Pemberlakuan WFO dan WFH memberikan pelajaran kepada kita bahwa ternyata banyak pekerjaan yang bisa dilakukan tanpa perlu kehadiran fisik pengambil keputusan, tapi bisa dikerjakan dimana saja dan tanpa harus juga dilakukan pada jam kerja yang berlaku

Prediksi ketiga yang mungkin akan terjadi pada dunia kerja dan salah satu penyebab setelah dilakukan point dua diatas adalah, pengurangan jumlah karyawan pada sebagian besar perusahaan yang tidak bisa survive selama menghadapi pandemi ini.

Pengukuran analisis beban kerja akan memberikan hasil evaluasi berapa banyak pekerjaan bisa dihemat dan akan terkait dengan berapa banyak realita jumlah karyawan yang dibutuhkan.

Penambahan pekerjaan untuk karyawan underload, memindahkan kebagian lain serta cara konvesional lainnya kemungkinan tidak akan berpengaruh banyak untuk mengurangi cost Biaya Tenaga Kerja yang harus dikeluarkan oleh perusahaan

Simak paparan lengkapnya di : Digitalisasi, Analisa Beban Kerja dan Pengurangan Karyawan


Taufik Dharmawan – HR Manager PT. Trans Retail Indonesia

Efisiensi, Digitalisasi, Comben, Strategi Kebijakan Ketenagakerjaan dan Talent War

Tahun 2021 mungkin akan menjadi tahun yang berbeda dengan tahun tahun sebelumnya, mengingat pandemi covid 19 memberikan dampak yang sangat besar pada perubahan prilaku dan sistem kehidupan dan bisnis.

Ada beberapa catatan dari pengamatan selama masa pandemi pada strategi dan cara kerja dikebanyakan perusahaan yang memaksa HR untuk membuat kebijakan-kebijakan baru yang mungkin ada yang tidak sejalan dengan Peraturan Perusahaan atau PKB.

Namun mau tidak mau, suka tidak suka harus dilakukan agar perusahaan tetap survive:

  1. Social distancing

Memiliki dampak paling besar dalam perubahan cara kerja dan cara berkomunikasi.

  • Work from home sebagai new benefit
  • Video call/conference menjadi kebiasaan baru dalam berkomunikasi dan bekerja.
  • Flexy time
  • Kebijakan kebijakan baru terkait waktu kerja dan kehadiran.
  • Online attandence dan online HRIS
  • Digital form – cuti, ijin, dan lain – lain
  • Online interview dan test online
  1. Omnibus Law

Ditetapkannya omnibud law mendorong terjadinya perubahan strategi kebijakan perusahaan khususnya masalah ketenagakerjaan. Terkait perjanjian kerja karyawan, outsourcing, compensation benefit.

Sehingga dengan kondisi yang ada di tahun 2021 yang secara umum masih sulit diprediksi apakah pandemi ini masih berlangsung atau tidak, meskipun sudah mulai ada vaksin namun belum diketahui efektifitasnya ditambah di beberapa negara sudah terpantau mutasi virus jenis baru.

Jadi berkacamata kondisi saat ini untuk tahun 2021 trend HR cenderung ke arah Efisiensi, Digitalisasi, Comben dan Strategi kebijakan ketenagakerjaan.

Sedikit ulasan mengenai rekrutmen dimana dibeberapa industri khususnya retail, logistik dan warehousing masih akan terjadi tarik menarik talent.


Dr.​​ Dra. Prima Naomi, M.T – Wakil Rektor bidang Pengelolaan Sumber Daya dan Dosen Senior Magister Manajemen Universitas Paramadina

Peningkatan Keterampilan SDM dalam Penggunaan Teknologi, Kontrak Kerja yang Fleksibel, dan Pergeseran Karyawan Favorit

Hal yang pasti adalah semakin bertambah SDM yang bekerja secara remote (work from home), karena selama pandemi ini beberapa organisasi dapat membuktikan bahwa beberapa pekerjaan cukup efektif dilakukan dari jauh, dan pandemi ini meningkatkan ketrampilan SDM untuk menggunakan berbagai alat komunikasi juga meningkatkan ketrampilan organisasi untuk menjalankan kolaborasi secara digital, mulai dari perencanaan, pengelolaan hingga monitoring dan evaluasi berbagai aktivitas.

Trend tersebut mempunyai konsekwensi kepada organisasi dan SDM untuk fleksible dalam menetapkan kontrak kerja : yang sebelumnya karyawan tidak mau kalau tidak full-time, sekarang dan trend kedepan untuk beberapa pekerjaan akan kesulitan untuk mencari pekerjaan yang full-time, oleh karena itu karyawan harus dapat fleksibel menerima kontrak yang fleksibel.

Sebaliknya, bagi organisasi, situasi yang penuh ketidakpastian akan sangat berat untuk menanggung beban fixed cost SDM. Oleh karena itu, organisasi juga akan memilih karyawan yang bersedia untuk lebih fleksibel dalam kontrak.

Hal lain yang akan terjadi adalah munculnya karyawan favorit baru yang mungkin berbeda dengan karyawan favorit sebelum pandemi. Sebagai mana kita tahu, bila sebelumnya karyawan dapat bekerja dengan konsentrasi di tempat kerja, sehingga atasan dapat melakukan koordinasi dan evaluasi secara langsung.

Karyawan yang favorit adalah yang rajin ke tempat kerja, bekerja dengan sungguh-sungguh di kantor dan menyelesaikan pekerjaannya. Beberapa karyawan, yang sebelumnya dapat fokus bila bekerja dikantor, belum tentu dia dapat fokus bekerja di rumah, karena berbagai permasalahan domestik yang dihadapi, mulai dengan persoalan harus berbagi gadget, berbagai ruangan dengan anggota keluarga yang lain, juga karyawan yang harus berbagi konsentrasi menjadi guru bagi anak-anaknya yang sedang belajar secara online.

Hal-hal seperti ini tidak didapati sebelum pandemic, dan terutama sangat berdampak bagi karyawan perempuan. Sehingga mempengaruhi kinerja mereka.

Belum lagi karyawan yang selama ini dapat bekerja karena mendapat pengarahan terus menerus dari atasannya, dan seorang yang rajin. Ketika harus bekerja dari jauh, dan atasan tidak dapat memberi arahan terus menerus, karyawan seperti ini walaupun dia seorang yang rajin, dia belum tentu dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Karena dia tidak biasa berinisyatif menjalankan tugasnya.

Sebaliknya, karyawan yang selama ini tidak fokus dikantor, karena beberapa hal, terlihat kinerjanya tidak bagus, walau dalam beberapa hal dia mempunyai inisiatif untuk menjalankan pekerjaannya.

Selama pandemi, karyawan yang seperti ini terlihat kemandiriannya dalam bekerja, dia terlihat mempunyai kemampuan mengorganisasikan pekerjaan walau tidak selalu diawasi, sehingga kinerjanya jauh lebih baik pada kondisi bekerja dari rumah.


Begawan SH – Konsultan Hukum Ketenagakerjaan PT. Mitra Justitia

Work Form Home & Desain Ulang Aktivitas HR dengan Teknologi

Pada awalnya semua pelaku usaha dunia industri dan jasa dapat beroperasi dengan bebas, namun sejak pandemi covid – 19 melanda di hampir semua negara maka saat ini tidak lagi pelaku usaha dunia industri dan jasa dapat dengan bebas beroperasi, tidak lain karena harus mematuhi protokoler kesehatan yang berlaku.

Untuk mencegah perkembangan covid – 19 salah satunya yaitu mulai dengan pembatasan fisik dan sosial  (physical Distancing), bekerja dari rumah (work from home) hingga fase new normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang sudah memperbolehkan aktivitas di luar rumah namun masih harus mematuhi protokoler kesehatan yg berlaku.

Dalam kondisi terbatas seperti sekarang ini maka HR harus sigap dalam merancang strategi di fase New Normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dengan tujuan untuk membimbing karyawan agar tetap produktif & bisa beradaptasi lebih baik ditengah pandemi Covid – 19.

Berangkat dari tantangan Covid-19 maka trend SDM / HR pada 2021 yaitu dengan memadukan kemajuan Tehnologi & kompetensi dibidang HR meliputi  :

  1. Work Form Home (WFH) merupakan kebijakan perusahaan / pelaku usaha untuk menerapkan WFH dalam jangka waktu panjang / tidak terbatas ,
  2. HR harus mendisain ulang segala aktivitas yang berhubungan dengan SDM melalui kemajuan teknologi meliputi :
    1. Recruitmen atau penerimaan karyawan secara online
    2. Training atau pelatihan karyawan secara online
    3. Performance Apraisal atau penilaian karyawan secara online
    4. Sistem rekam kehadiran atau presensi karyawan secara online
    5. Pengaturan jadwal kerja atau shift kerja secara online, sistem pengupahan atau penggajian karyawan secara online , dan lain sebagainya.

Dr. Dasep Suryanto, AT., MM. – Vice President, Corp. Government Relations Kawan Lama Group

Teknologi, Efisiensi, dan Fleksibelitas Tempat Kerja
  1. Penggunaan teknologi akan semakin marak dalam pengelolaan SDM. Hal ini terjadi karena keterbatasan jarak dan waktu dalam pengelolaan SDM.
  2. Efisiensi penggunaan SDM akan semakin kuat, termasuk multi-tasking, maksimal utilititation.
  3. Lokasi kerja tidak akan dibatasi kantor. Work anytime and anywhere.

Roh Budianto – Corporate HR Manager Prima Hotel Indonesia

Integrasi Jabatan & Regenerasi Organisasi

Menurut saya trend HR 2021 adalah organization development, yang lebih ke arah restrukturisasi dengan merampingkan diferensiasi (struktur) ke arah integrasi jabatan, sehingga organisasi perusahaan akan lebih “ringan”, pemangkasan jumlah orang namun menumbuhan organisasi ke samping.

Satu lagi trendnya adalah regenerasi organisasi dimana menjadi momen yang sangat pas dalam memindahkan tongkat estafet dalam berorganisasi dari senior ke juniornya, hal ini dilakukan mengingat usia tertentu sungguh rawan dalam beraktifitas pada saat pandemi ini.

Sehingga karena kondisi yang tidak memungkinkan inilah percepatan regenerasi mutlak disiapkan


KESIMPULAN

Meskipun ada kabar baik tentang vaksin potensial untuk COVID-19, para praktisi HR sepakat bahwa semua tidak akan kembali normal baik dalam kehidupan pribadi maupun pekerjaan dalam waktu dekat ini. Perusahaan perlu memeriksa bagaimana mereka dapat mempertahankan tenaga kerja mereka tetap bekerja, sehat, terlibat aktif serta produktif meski bekerja dengan cara jarak jauh.

Pandemi telah meningkatkan fokus para praktisi HR tentang efisiensi tenaga kerja dimana hampir semua praktisi yang kami pintakan pendapat menyebut efisiensi sebagai tren di 2021, dimana efisiensi ini bentuknya cukup variatif didukung konsep yang terukur dan aplikatif dari berbagai aspek organisasi dan berteman baik dengan efektifitas seperti buah pikir Peter Febian tentang Lean dan Agile Organisasi serta Glen C. Pattiradjawane tentang Multitasking People.

Kemudian kebutuhan akan teknologi informasi guna mendukung kelincahan organisasi merupakan hal yang tidak bisa ditawar lagi untuk meminimalkan interaksi antar karyawan, dengan pilihan yang beragam mulai dari system yang open source, gratis dan berdonasi, sampai dengan yang berbayar secara bulanan bisa jadi pilihan yang tentunya harus diukur dengan matang tingkat kebutuhannya.

Dengan Teknologi Informasi maka desain ulang segala bentuk prosedur kerja dan mendigitalisasi-nya merupakan hal positif yang dipaksa oleh keadaan serta wajib dilakukan, mengingat ancaman kesehatan yang nyata jika kita tetap bertahan dengan prosedur kerja yang ada dan terancam tidak berjalan apabila dilakukan dengan  cara jarak jauh (work from home).

Penjualan yang sepi, daya beli yang menurun, merumahkan sementara, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), penyesuaian atau kesepakatan pemotongan upah merupakan hal yang akrab di 2020 dan kita semua sama – sama berharap, berusaha, dan berdoa di penghujung tahun 2020 ini, semua hal tidak mengenakan tadi tidak kita alami lagi dan perlahan bisnis bisa bangkit pada tahun 2021 seiring kedisiplinan kita mematuhi protokol kesehatan.

Akhir kata Selamat Tinggal 2020 dan Selamat Datang Tahun Baru 2021

Redaksi Dunia HR

[MN] [YAP]

Ingin bertanya seputar dunia kerja dan permasalahan praktis yang ditemui silahkan klik link dibawah ini “GRATIS” :

https://duniahr.com/ruang-konsultasi/

Jangan lupa follow sosial media kami :

https://www.instagram.com/duniahrcom/

https://www.linkedin.com/company/duniahr-com/

Mitra Kolaborasi :

Pasang Lowongan Kerja Gratis 100% tanpa syarat hanya di Bankloker.com

Related Articles

Leave a reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

DUKUNG KAMI

396PengikutMengikuti
113PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles