Jumat, September 30, 2022

6 Tips & Trik Menghadapi Mediasi Ketenagakerjaan

6​​ Tips​​ &​​ Trik​​ Menghadapi Mediasi Ketenagakerjaan​​​​ 

 

Sering kali proses mediasi menjadi “momok”​​ tersendiri​​ bagi beberapa Perusahaan di Indonesia. Mediasi Ketenagakerjaan​​ merupakan​​ proses penyelesaian perselisihan hubungan industrial yang harus dilalui akibat gagalnya proses bipartit antara Pekerja dan Pengusaha.

Mediasi ini diatur dalam pasal 8 s/d pasal 16 UU No. 2 tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial.

Dalam tingkat mediasi ini, bilamana Para Pihak sepakat maka akan dibuat perjanjian bersama yang kemudian akan didaftarkan di Pengadilan Hubungan Industrial, namun bilamana tidak ditemukan kata sepakat, maka mediator akan mengeluarkan anjuran secara tertulis.

Oleh sebab itu proses Mediasi Ketenagakerjaan tentunya harus berdasarkan pada ketentuan peraturan ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia.​​ Tujuannya​​ adalah​​ untuk menciptakan harmonisasi hubungan industrial antara Pekerja dan Pengusaha.

Dan berikut​​ ini​​ tips & trik menghadapi​​ proses Mediasi Ketenagakerjaan, yang tentunya dengan tetap berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan tentang ketenagakerjaan:

  • Pastikan yang ​​ memanggil adalah Mediator ketenagakerjaan bukan Pengawas atau pegawai Disnaker yang tidak memiliki kewenangan untuk melakukan mediasi.

Caranya :

  • Meminta copy SK pengangkatan pegawai tsb sebagai Mediator Ketenagakerjaan dan ID Kepegawaianya

  • Pastikan ​​ Kompetensi Relatif ​​ dari Disnaker yang​​ melakukan pemanggilan Mediasi.

Caranya :

  • Dengan Melakukan Identifikasi lokasi kerja pelapor dengan wilayah kerja dari Disnaker yang melakukan pemanggilan Mediasi Ketenagakerjaan

  • Pastikan apa yang akan di Mediasi adalah Perkara yang ​​​​ berhubungan dengan perusahaan.

Caranya :

  • Pastikan ada norma ketenagakerjaan yang harus dipenuhi atau tidak boleh dilanggar sehingga perlu dilakukan Mediasi;

  • Mintakan dasar hukum, dari perkara yang akan di Mediasikan ;

  • Pastikan Pelapornya Pernah memiliki hubungan kerja dengan Perusahaan.

  • Pastikan Pelapor adalah​​ karyawan/mantan Karyawan dari Perusahaan yang dilaporkan.

Caranya :

  • Dengan melakukan identifikasi dari KTP atau ID Card (pastikan jangan salah orang)

  • Jika Pelapor memakai kuasa hukum pastikan ​​ Kuasa Pelapor sudah sesuai dengan prosedur. 

Caranya :

  • Kuasa Advokat (Mintakan Copy ID Advokat)

  • Kuasa Serikat (Mintakan Copy ID Kepesertaan Sebagai Anggota Serikat sebagai Bukti Afiliasi)

  • Mengenai subtansi laporan.

Caranya :

  • Bukti harus dari yang bersangkutan karena berkaitan dengan asas hukum “siapa yang mendalilkan dia berkewajiban untuk membuktikan”

  • Wajib buktikan ada hubungan kerja;

  • Cek unsur Pasal yang diklaim/ gugat/ dimasalahkan.

Demikian tips dan trik yang dapat kami berikan kepada para pembaca setia​​ DuniaHR.Com.​​ Semoga​​ tips dan trik yang kami​​ jelaskan bermanfaat,​​ namun​​ bukan maksud kami​​ mengajarkan pembaca untuk melanggar aturan hukum yang berlaku, tetapi tips dan trik yang kami berikan tersebut bertujuan untuk menghindari perusahaan dari kesewenang-wenangan para oknum yang tidak bertanggungjawab.

 

Salam,

 

 

Redaksi​​​​ DuniaHR.Com

Related Articles

Leave a reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

DUKUNG KAMI

396PengikutMengikuti
113PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles