Jumat, September 30, 2022

Pemotongan Gaji Akibat Sering Datang Terlambat Bekerja

Pemotongan Gaji Akibat Sering Datang Terlambat

 

Redaksi DuniaHR kali ini ingin berbagi pemahaman tentang mekanisme pemotongan upah karyawan yang datang terlambat ke kantor.

Mari kita cek bersama aturan perundang-undangan terkait hal tersebut:

#Ketentuan dalam UU No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan:

Setiap Pekerja/buruh berhak memperoleh perlakuan yang sama tanpa diskriminasi dari perusahaan.

Referensi Pasal 6 UU Ketenagakerjaan

Berdasarkan ketentuan tersebut perusahaan harus memberikan hak dan kewajiban yang sama kepada setiap pekerja/buruh yang mereka pekerjakan.

Dalam hal ini terkait dengan kedisiplinan hadir tepat waktu ketempat kerja.

Pelanggaran yang dilakukan oleh Pekerja/buruh karena kesengajaan atau kelalaian dapat dikenakan denda.

Referensi Pasal 95 ayat (1) UU Ketenagakerjaan

#Ketentuan dalam PP No.78 tahun 2015 tentang Pengupahan:

Pekerja/Buruh yang melanggar ketentuan dalam Perjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan, atau Perjanjian Kerja Bersama karena kesengajaan atau kelalaiannya dapat dikenakan denda.

Hal ini dapat dilakukan, apabila diatur secara tegas dalam Perjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan, atau Perjanjian Kerja Bersama.

Denda kepada Pekerja/Buruh dipergunakan hanya untuk kepentingan Pekerja/Buruh.

Jenis-jenis pelanggaran yang dapat dikenakan denda, besaran denda dan penggunaan uang denda diatur dalam Perjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan, atau Perjanjian Kerja Bersama.

Referensi Pasal 53 s/d 54 PP Pengupahan

Pemotongan Upah oleh Pengusaha untuk:

  • denda;

  • ganti rugi; dan/atau

  • uang muka Upah,

dilakukan sesuai dengan Perjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan, atau Peraturan Kerja Bersama.

Referensi Pasal 57 ayat (1) PP Pengupahan

Jumlah keseluruhan pemotongan Upah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 paling banyak 50% (lima puluh persen) dari setiap pembayaran Upah yang diterima Pekerja/Buruh.

Referensi Pasal 58 PP Pengupahan

#Pertanyaan selanjutnya Komponen upah yang mana yang dapat dipotong​​ dalam pengenaan denda tersebut:

Umumnya pemotongan dalam pengenaan denda akibat keterlambatan dilakukan terhadap upah pokok dan tunjangan tetap.

Karena tunjangan tidak tetap pada umumnya selalu dikaitkan dengan pemotongan karena ketidakhadiran (absent) dan tinggi-rendahnya tingkat produktivitas (kinerja) masing-masing pekerja.

Tetapi terkait hal tsb diserahkan kembali kepada ketentuan dalam perjanjian tertulis, yakni perjanjian kerja, perjanjian kerja bersama, atau peraturan perusahaan.

#Kesimpulan:

Berdasarkan ketentuan sebagaimana sudah kami jelaskan di atas, maka pemotongan upah karyawan karena keterlambatan hadir di tempat kerja memang dapat dikenakan sebagai denda.

Namun pengenaan denda sebagaimana dimaksud hanya dapat dilakukan terhadap karyawan sepanjang telah diatur dalam perjanjian tertulis

Perjanjian tertulis yang dimaksud yakni perjanjian kerja, perjanjian kerja bersama, atau peraturan perusahaan

Baik pengaturan mengenai jenisnya maupun mekanismenya, termasuk jumlah dendanya serta penggunaan uang denda tersebut.

Tetapi jumlah keseluruhan pemotongan Upah terhadap karyawan paling banyak 50% (lima puluh persen) dari setiap pembayaran Upah yang diterima Pekerja/Buruh.

Demikian Artikel ini kami sampaikan semoga bermanfaat bagi rekan-rekan DuniaHR

 

Salam,

 

Redaksi​​ DuniaHR.com

Related Articles

Leave a reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

DUKUNG KAMI

396PengikutMengikuti
113PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles