Rabu, Oktober 5, 2022

Tips-tips Melakukan Identifikasi Mogok Kerja

Tips-tips Melakukan Identifikasi Mogok Kerja

 

Mogok kerja merupakan hak yang diberikan oleh UU ketenagakerjaan kepada Pekerja, tetapi Mogok kerja seringkali menjadi momok yang menakutkan bagi Pengusaha karena Mogok kerja baik secara langsung maupun tidak akan sangat berdampak bagi keberlangsungan kegiatan operasional perusahaan. Redaksi DuniaHR.com memberikan tips-tips dalam mencegah dan mengidentifikasi mogok kerja dimana perusahaan dapat melakukan hal-hal sebagaimana berikut ini :

  • Mematuhi Ketentuan Peraturan Perundang-undangan dibidang Ketenagakerjaan

Perusahaan harus mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan dibidang ketenagakerjaan. Karena Sering kali peristiwa mogok kerja terjadi merupakan sebagai bentuk aksi protes kepada perusahaan karena para pekerja merasa haknya tidak terpenuhi, dengan memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan  perusahaan akan memenuhi apa yang menjadi hak para pekerja sehingga akan meminimalisir terjadinya perselisihan dengan para pekerja.

 

  • Pentingnya Komunikasi Dengan Para Pekerja/Serikat Pekerja

Mogok kerja sering terjadi dikarenakan tidak adanya komunikasi yang baik antara para pekerja dan pihak perusahaan. Dimana pekerja tidak mengkomunikasikan apa yang menjadi aspirasinya dengan baik dan perusahaanpun gagal memberikan pandangan yang patut kepada pekerja tentang hal yang dilakukan oleh perusahaan sehingga terjadi kesalahpahaman antara kedua pihak. Oleh karena itu komunikasi menjadi hal yang sangat penting.

 

  • Meningkatkan Peran Pekerja/Serikat Pekerja dalam​​ Kegiatan Perusahaan

Meningkatkan peran pekerja atau serikat pekerja dalam kegiatan-kegiatan perusahaan dengan​​ kegiatan olahraga, kegiatan keagamaan dan kegiatan lainnya yang dapat menciptakan harmonisasi hubungan industrial. Dengan demikian pekerja diberikan wadah dan penyaluran pada kegiatan-kegiatan yang positif sehingga Pekerja merasa menjadi bagian dari perusahaan yang memperhatikan karyawannya dengan baik.

 

  • Melaksanakan Hak dan Kewajiban Secara Objektif

Perusahaan bertanggung jawab memastikan hak dan kewajiban karyawan telah dilaksanakan dengan baik seperti melakukan penilaian terhadap kinerja karyawan secara objektif. Penilaian yang objektif penting dilakukan karena bertujuan meningkatkan kemampuan perusahaan dalam mengelola bidang sumber daya manusia demi terciptanya suasana kerja yang kondusif dan pemenuhan target bisnis perusahaan.

 

  • Melakukan Pendekatan Personal​​ Kepada Pekerja/Serikat Pekerja

Perusahaan sebaiknya melakukan pendekatan secara personal terhadap pekerja hal ini penting dilakukan oleh perusahaan agar pekerja merasa lebih dekat dan memiliki hubungan emosional yang kuat dengan perusahaan.

 

  • Sosialisasi Budaya Kerja Perusahaan​​ Kepada Pekerja/Serikat Pekerja

Sosialisasi Budaya Kerja bisa dengan cara melakukan pelatihan-pelatihan, pembekalan, briefing atau pertemuan rutin bulanan atau mingguan. Kegiatan tersebut bertujuan untuk membentuk pemahaman yang sama terhadap perusahaan, sekaligus mencegah masuknya pengaruh dari luar yang dapat mempengaruhi suasana kerja di perusahaan.

 

  • Melakukan Mapping dan Monitoring Potensi Perselisihan Hubungan Industrial (Mogok)

Perusahaan dapat melakukan mapping dan monitoring terhadap para pekerja atau serikat pekerja dan situasi kerja di lapangan atau pabrik maupun kantor. Mapping dan monitoring tersebut untuk mendeteksi sejak awal apabila ada kemungkinan terjadi mogok kerja.

 

  • Membangun Hubungan/Komunikasi Dengan Pihak Eksternal

Perusahaan harus membangun Hubungan/Komunikasi yang kuat dengan pihak-pihak yang terkait seperti instansi pemerintah dibidang ketenagakerjaan, aparat keamanan, pakar dibidang hubungan industrial dan ketenagakerjaan, serikat pekerja nasional, masyarakat sekitar, dan juga tokoh masyarakat. Dengan membangun hubungan yang baik dengan pihak-pihak eksternal tersebut perusahaan dapat meminimalisir kemungkinan yang akan terjadi apabila terjadi Mogok Kerja.

 

  • Mengelola Manajemen Resiko Apabila terjadi Mogok Kerja

Perusahaan harus dapat mengelola manajemen resiko apabila terjadi Mogok Kerja. Perusahaan harus memiliki SOP atau strategi dalam menghadapi apabila terjadi mogok kerja, perusahaan harus menghitung jumlah minimal pekerja yang diperlukan, perusahaan juga harus mempersiapkan pekerja yang tidak mengikuti mogok sebagai tenaga kerja pengganti pekerja sementara, agar pelayanan ke customer tidak terganggu.

 

  • Meningkatkan Peranan Industrial Relation di Perusahaan

Perusahaan harus memberdayakan peranan Industrial Relation sebagai agen yang dapat menciptakan harmonisasi hubungan industrial di perusahaan melalui strategi​​ dan​​ aksi nyata​​ yang bersentuhan langsung dengan Pekerja/Serikat Pekerja di Perusahaan.

 

Demikian tips-tips dalam mencegah dan indentifikasi mogok kerja, silahkan ditambahkan sesuai dengan pendapat serta​​ pengalaman para pembaca

 

Salam,

 

 

 

Redaksi​​ DuniaHR.com

Related Articles

Leave a reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

DUKUNG KAMI

396PengikutMengikuti
113PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles