Kita Cerita Tentang Pekerja Hari Ini

Loading

Interview :

Kita Cerita Tentang Pekerja Hari Ini

 

Semangat Pagi Rekan HR,

Kali ini redaksi DuniaHR.com mendapat kesempatan untuk berbincang seputar kondisi pekerja hari ini dengan Taufik Dharmawan, founder Inspirasi Insan Indonesia (I3) dan juga HR Manager salah satu perusahaan retail modern terbesar di Indonesia, disela – sela kesibukan beliau menyempatkan waktu untuk wawancara tidak langsung yang kami ringkas ceritakan dalam bentuk artikel.

Menarik sekali bahasan kali ini karena ditengah gelombang pencari kerja yang luar biasa banyaknya. Dan hampir semua jenis usaha terdampak berteriak tidak sanggup lagi memikul beban operasional dan tenaga kerja.

Tak jarang juga perusahaan yang diawal tahun 2020 sehat dan baru saja merasakan gemilang gemerlap kesuksesan pada tahun sebelumnya, tiba – tiba mengumumkan pengurangan jumlah karyawan yang cukup besar.

Perusahaan tidak siap dengan kondisi yang ada, pekerja hanya pasrah menerima kenyataan, akibatnya PHK terjadi dimana-mana, pekerja dirumahkan, dan pekerja yang masih aktif bekerja mengalami penyesuaian pengurangan gaji.

Pekerja yang sebelumnya memiliki reputasi dan jabatan sebagai manajer lini pertama misalnya, harus menerima kenyataan demi menyambung hidup rela menjadi seorang staff.

Baca juga :Merdeka dalam Berkomunitas : Terbentuknya Rekruter Indonesia Bersatu (RIB) 

Sah – sah saja untuk memilih pekerjaan dibawah level pengalamanannya. Setiap orang pasti memiliki tujuan, mengapa dia memilih pekerjaan tersebut. Yang terpenting bisa menerimanya, dan buat perusahaan juga diuntungkan karena mendapatkan orang dengan kompetensi yang lebih tinggi dari yang seharusnya.

Ada beberapa alasan yang dipertimbangkan seseorang menerima pekerjaan dibawah level kompetensinya :

  1. Dia memang telah membidik perusahannya. Dia sudah mempelajari tentang lingkungan, karir atau penghasilan di perusahaan tersebut. Tidak mengapa turun level asal tetap bisa kerja bekerja. Menambah daftar portofolio pengalamannya, Bila dia mendapatkan karir yang bagus, kedepan dia sudah bisa memperkirakan bakal jadi apa. Value nya naik dipasar tenaga kerja. Alasan ini baik dan cenderung produktif, namun dampak negatifnya jika tidak dapat menjaga motivasinya, cenderung berbahaya dimana karir tak bergerak dan akhirnya menjadi pengeluh yang justru berbahaya perusahaan dan karirnya sendiri
  2. Cari penghasilan lebih tinggi, meski jabatannya turun. Sah juga ? Sah – sah saja. Motifnya adalah uang, tak penting jabatan. Tapi biasanya seperti ini tidak lama diperusahaan, karena begitu ada yg menawrkan gaji lebih tinggi, dia akan langsung tertarik pindah
  3. Terpaksa daripada tidak ada penghasilan. Ini juga sah – sah saja motifnya bertahan hidup, namun sepanjang bisa menjaga motivasi kerja, kerja dimanapun tidak ada masalah. meskipun dapat kerja yang levelnya di bawah pengalamannya. Justru dia seharusnya bisa tinggi performanya. Manajemen perusahaan juga tidak tutup mata dengan orang yang berkinerja tinggi
Klik Unduh UU Naker Lengkap
Potret terkait kondisi pekerja saat ini juga adalah, menghadapi dilema dengan beban kerja yang makin banyak karena peralihan beban kerja rekannya yang di rumahkan atau terkena PHK, namun satu sisi lainnya gajinya tetap dipotong karena pendapatan perusahaan yang terjun bebas atau karena pembatasan kegiatan dalam suatu tempat

Hal ini tidak bisa dihindari, Perusahaan pasti punya pertimbangan bagaimanapun caranya agar perusahaan survive ditengah situasi pandemi.

Bekerja itu tidak melulu masalah transaksional. Manajemen dan karyawan harus bersama sama menjaga tempat kita cari penghasilan. Dapur kita bersama harus dirawat dan dipertahankan sebisanya.

Ada cerita menarik disuatu perusahaan, dimana loyalitas adalah yang utama, banyak pejabat karirnya yang tumbuh dari kepercayaan dan loyalitas.

Dimasa perusahaan pendapatannya surut, gaji seringkali terlambat, mereka tetap bertahan. Ada juga yg mulai pergi karena mencari aman bagi keberlangsungan penghasilan. Singkat cerita, pada saat perusahaan mulai bangkit, mereka butuh orang – orang untuk menduduki posisi penting, karena jumlah orang sudah terbatas maka kesempatan itu berpihak kepada orang orang tersisa yang loyal (tanpa mengabaikan kompetensi)

Karyawan yg loyal tersebut kompetensinya bisa dipastikan kebanyakan meningkat. Mengapa? Karena dimasa sulit mereka menjadi multitasking, mengerjakan banyak fungsi. Kompetensi mereka terasah, mental mereka terlatih.

Mereka memahami proses bisnis sampai detail, karena dipaksa multitasking. Jadi jangan mengeluh bila mendapatkan tugas kerjaan baru, sementara gaji tidak naik.

Disitu kesempatan besar untuk memperbesar value kompetensi kita, bila value kompetensi sudah meningkat, percayalah rejeki anda juga akan terbuka. Insyaa Allah.

Kita Cerita tentang Pekerja Hari ini

Sumber gambar : lifeofpik.com
Situasi Talent War di Masa Pandemi

Yang menarik lagi adalah Talent War, Talent War secara sederhana merupakan usaha para pemilik bisnis untuk mendapatkan orang dengan bakat dan kinerja diatas rata – rata, sedangkan profesional dengan kualitas diatas rata rata jumlahnya terbatas.

Tak dipungkiri kondisi saat ini terjadi dimana jumlah supply tenaga melimpah, namun bila ditilik lagi levelnya bukan pada level kritikal position, di beberapa industri khususnya yang terdampak pandemi, talent war memang benar terjadi.

Dimana perusahaan terdampak melakukan efisiensi bukan saja dari sisi Sumber Daya Manusia -nya, tapi dari semua lini termasuk remunerasi. Benefit mungkin beberapa dipangkas, gaji dipotong, bonus tidak ada, dan lain sebagainya

Hal tersebut membuka peluang bisnis sejenis yg sedang tumbuh, start up besar yg membuat produk baru mulai berburu talent dari perusahaan perusahaan terdampak. Perusahaan terdampak sendiri juga berusaha mempertahankan talent – talentnya.

Bukan hal mudah untuk menolak tawaran – tawaran yang menarik dikala perusahaan asal memotong benefit mereka, tidak perlu sebutkan lagi industrinya, tapi itu hal itu benar terjadi

Oleh karena itu mari kita sama – sama berdoa dan berusaha agar tempat kita bekerja dapat terus berkegiatan disaat pandemi ini, untuk sementara tuntutan kepada perusahaan tentang fasilitas, bonus, penyesuaian gaji, plan benefit kesehatan yang coveragenya diperluas, dan lain sebagainya agar dapat ditahan.

Empati tidak hanya kepada teman pekerja kita yang terdampak namun tempat kita bekerja juga perlu empati dari kita sebagai pekerjanya.

Taufik Dharmawan

Founder & HR Consultan

Inspirasi Insan Indonesia (I3)

Profil Narasumber
Karir HR beliau bermula dari industry media televisi sebagai Employee Relations Specialist, setelah itu malang melintang diberbagai industry seperti perbankan, konsultan, developer, dan terakhir saat ini di salah satu retail terbesar di Indonesia sebagai HR Manager. Lulusan UGM ini juga merupakan founder untuk lembaga yang didirikannya yaitu Inspirasi Insan Indonesia yang menyediakan pelatihan softskill dan training NLP

Ingin bertanya seputar dunia kerja dan permasalahan praktis yang ditemui silahkan klik link dibawah ini :

https://duniahr.com/ruang-konsultasi/

Jangan lupa follow sosial media kami :

https://www.instagram.com/duniahrcom/

https://www.linkedin.com/company/duniahr-com/

Mitra Kolaborasi :

Pasang Lowongan Kerja Gratis 100% tanpa syarat hanya di Bankloker.com

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *