Jumat, September 30, 2022

Cinta dan Harapan Pendiri Komunitas Pencari Kerja

Cinta dan Harapan Pendiri Komunitas Pencari Kerja 

 

Kali ini DuniaHR.com mendapat kesempatan berbincang secara tidak langsung dengan Barnel Tito, seorang pendiri komunitas pencari kerja yaitu Old Jobseeker Indonesia (OJI). Redaksi berhasil berbincang mengenai keresahan, kecintaan serta harapan beliau ditengah kesibukannya saat ini yang mengharuskan beliau banting setir dari seorang penyelia yang bekerja dibalik meja menjadi seorang driver online on demand.

Tidak ada yang lebih membahagiakan orang yang sudah berkeluarga termasuk Barnel Tito, selain tetap dekat ditengah keluarga tercinta ditengah situasi pandemi, beliau tidak malu mengakui saat ini beliau juga jobseeker, padahal banyak pegiat sosial yang mengenal sosoknya sebagai salah satu influencer Linkedin, terlebih para pencari kerja yang terbantu dengan inisiatif wadah komunitas yang dibentuknya.

Selain Old Jobseeker Indonesia (OJI), Barnel Tito merupakan salah satu yang diundang untuk membantu berdirinya komunitas lainnya yaitu Rekruter Indonesia Bersatu (RIB), berangkat dari keprihatinan semakin banyaknya pencari kerja yang terdampak akibat pandemi membuatnya dipertemukan dengan para inisiatior yang mempunyai visi yang sama. Namun apakah keresahan beliau terjawab dengan dibentuknya Rekruter Indonesia Bersatu (RIB) dan apa harapannya terhadap komunitas OJI yang telah dibentuknya, mari kita simak hasil wawancaranya dalam bentuk artikel.

Terkait Rekruter Indonesia Bersatu (RIB), Barnel Tito melihat adanya semangat membantu para Jobseeker dalam mendapatkan pekerjaan. Para rekruiter yang bersatu dalam satu komunitas memberi peluang dan harapan ke pada para Jobseeker.

Tapi menurut Barnel Tito, konsepnya masih berbeda dengan cita – cita yang pernah beliau lemparkan dalam postingan di LinkedIn pada akhir tahun 2019 dan diawal tahun 2020.

Saat itu beliau mencanangkan program “One Get One” yaitu satu rekruter mengangkat satu jobseeker sebagai karyawan. Berapa banyak rekruiter di LinkedIn? Ribuan jumlahnya.
Dalam 1 periode 1 rekruter merekrut 1 jobseeker, bisa kita bayangkan berapa banyak jobseeker di LinkedIn yang akan terserap ?

Barnel Tito tidak menampik upaya – upaya maksimal dari para rekruter yang ada di RIB  yang memang perlu kita syukuri dan berikan apresiasi karena ada upaya untuk berbagi kepada para Jobseeker. Tapi menurut beliau bisa lebih maksimal dan ini merupakan perjuangan yang tidak mudah untuk mempersatukan para rekruter dari berbagai industri.

Barnel Tito memberikan contoh : Pernah beliau share CV di group RIB. sudah berjalan sekitar 2 minggu, namun minim yang merespon, hanya 1 dan itupun tanpa kabar berita lagi. Padahal semua rekruter mengenal baik orang yang mengirimkan cv tersebut dalam posisi jobseeker.

Contoh diatas bukan bermaksud mendapat perhatian dari komunitas RIB (karena Barnel Tito sendiri tercatat sebagai member RIB). Tapi hanya ingin menyampaikan bahwa konsep dan harapannya belum tersalurkan atau terealisasikan di RIB saat ini.

Teman – teman rekruter menurut Barnel Tito hendaknya memberi kesempatan secara langsung kepada jobseeker yang masing – masing telah mereka kenal. Beri 1 orang jobseeker pekerjaan (tentunya sesuai dengan kebutuhan saat itu). Bulan ini, bulan depan dan bulan – bulan selanjutnya.

Baca juga : Komunitas Old Job Seeker Indonesia Melawan Diskriminasi Usia

Kalaupun memang harus memiliki kompetensi, gali kompetensi jobseeker yang dikenal. Begini misalnya “saya seorang rekruter, saya punya 3 orang kenalan jobseeker dan saat ini saya butuh 1 orang, nah mudahnya saya gali saja kompetensi 3 orang ini, kemudian jika ada yang cocok maka saya akan ambil 1 dari 3 orang tersebut” begitu tuturnya.

Karena jika rekruter mengumumkan informasi lowongan kerjanya ke ranah umum, pasti akan diperebutkan oleh puluhan jobseeker.

Para rekruiter harus saling koordinasi, 1 dari 3 orang diambil oleh 1 rekruter, yang 2 jobseeker lagi ditawarkan kepada rekruter yang lain. Begitu pula sebaliknya.

Barnel mengakui ide atau cara tersebut kurang professional, namun jika niatnya membantu, hematnya bantulah dengan cara sederhana. Profesional bisa kita terapkan secara utuh jika kondisi perekonomian memang sedang baik.

Barnel percaya bahwa pada dasarnya peluang kerja itu luas. Hanya sistem yg berlaku membuatnya terlihat jadi sempit, disinilah diharapkan empati yang dalam dari seorang rekruter itu muncul secara utuh.

Bahkan sebelum komunitas OJI terbentuk pun selain dengan share info lowongan kerja, beliau juga merekomendasikan teman – teman jobseeker ke para head hunter dan rekruter melalui jalur pribadi. Banyak para head hunter yang meminta kandidat dan biasanya para kandidat ini mendapat prioritas dalam interview.

Namun setelah bekerja, mereka keluar dan tidak lagi menjalin komunikasi sampai saat ini. Walau harapan kita semua di komunitas hendaknya mereka bersedia berbagi info lowongan ditempat mereka bekerja saat ini. Mereka yang sudah bekerja bisa menyampaikan ke admin komunitas OJI yang kemudian akan meposting ke group OJI.

Harapan : Semakin Banyak Lowongan Kerja tanpa Diskriminasi Usia

Harapan lain sebagai pendiri komunitas pencari kerja, saat ini memang di LinkedIn mulai muncul info lowongan kerja untuk usia maksimal 45 tahun. Tapi jumlahnya belum signifikan. Beliau berharap agar perusahaan – perusahaan berkenan mengimbangi proses rekrutmen pada 2 kelompok yaitu untuk para Milenial / Fresh Graduates dan untuk para Old/Mature.

Photo by Castorly Stock from Pexels

Bukankah diluar negeri perusahaan lebih melihat kompetensi ketimbang usia? Mudah – mudahan kedepan secara perlahan harapan tersebut bisa terwujud.

Cita – cita yang lain selain tentunya teman – teman di komunitas OJI bisa segera mendapatkan pekerjaannya adalah :

  1. Membuat basecamp tempat berkumpul, sebagai pusat informasi lowongan pekerjaan bagi para jobseeker, Bahkan kalau perlu OJI akan didaftarkan pada Kemenkumham sebagai sebuah paguyuban sehingga menjadi organisasi non-profit secara resmi. Non-profit ? Ya jelas, karena secara pribadi tidak pernah memungut biaya baik dari anggota OJI yang diterima bekerja maupun dari perusahaan yang merekrut (melalui rekomendasi). Karena pendiri OJI bukan head hunter yang memasang tarif untuk kandidat. Semua tanpa biaya. Disamping untuk pusat informasi, juga bisa berguna sebagai tempat transit anggota – anggota OJI yang berasal dari luar daerah yang kebetulan sedang mendapat panggilan interview di Jakarta. Pengalaman yang pernah terjadi, anggota dari luar daerah yang interview di Jakarta, mereka hanya bisa diarahkan ke hotel – hotel terdekat untuk bermalam. Itu menambah beban teman – teman pencari kerja OJI. Jika bisa dibantu menyediakan tempat transit, kenapa harus di hotel?
  2. Bergantung hanya pada usaha mencari kerja pun rasanya tidaklah elok. Harus ada pemikiran lain sebagai solusi, jika pekerjaan tak kunjung didapat maka banting stir ke bisnis pribadi adalah solusi terdekat. Sekarang sebagian sudah mencoba merintis membuka usaha kecil – kecilan sambil menunggu peluang kerja kembali ada. Jika ada tambahan modal tentu ingin membuat usaha yang lebih besar, oleh karena itu di OJI secara berkala mengadakan semacam acara “Pasar OJI” Disitu teman – teman yang telah mulai merintis bisnis pribadi, diberi ruang untuk promosi. Pangsa pasarnya siapa? Tentu kepada teman – teman OJI yang sudah bekerja dan masih berada dalam group. Atau bisa juga jika ada teman – teman lain yg mau ikut bergabung menjadi reseller misalnya.

Intinya OJI tidak hanya selalu tentang mencari pekerjaan namun lebih luas untuk kepentingan bersama dan bermanfaat untuk teman – teman yang lain. Jika diantara sesama anggota OJI bisa saling membantu, kenapa tidak?

Barnel Tito
Founder Old Jobseeker Indonesia (OJI)

Profil Narasumber
Barnel Tito memiliki pengalaman dalam bidang Human Resources Management dan Business Development perusahaan Pengelola Gedung Perkantoran selama hampir 15 tahun. Latar belakang pendidikan Sarjana Ekonomi – Manajemen dari Universitas Borobudur. Selain dikenal sebagai founder komunitas Old Jobseeker Indonesia (OJI), beliau juga sebagai team inti di komunitas Rekruter Indonesia Bersatu (RIB).

 

Redaksi DuniaHR.com

Ingin bertanya seputar dunia kerja dan permasalahan praktis yang ditemui silahkan klik link dibawah ini :

https://duniahr.com/ruang-konsultasi/

Jangan lupa follow sosial media kami :

https://www.instagram.com/duniahrcom/

https://www.linkedin.com/company/duniahr-com/

Mitra Kolaborasi :

Pasang Lowongan Kerja Gratis 100% tanpa syarat hanya di Bankloker.com

Related Articles

Leave a reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

DUKUNG KAMI

396PengikutMengikuti
113PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles