Jumat, September 30, 2022

HR, Saatnya Peran Employee Championmu Bergema di Masa Pandemi Ini

HR, Saatnya Peran Employee Championmu Bergema di Masa Pandemi Ini

Kepada Redaksi DuniaHR.com Anthony Dio Martin menjelaskan terkait Peran Employee Champion HR agar makin bergema di masa Pandemi Covid-19 :

Kita selalu diingatkan soal 4 peran HR. Sebagai strategic partner, administrative expert, change agent, serta terakhir employee champion. Kayaknya, semua orang HR udah hafal di luar kepala.

Meski boleh dibilang ke 4 peran ini penting. Tapi, mari kita tekannya di peran employee champion, khususnya di masa pandemi ini.

Di masa pandemi, khususnya dimana semua bagian mengalami kebingungan. Pertama-tama, mata mereka akan memandang kepada pimpinan tertinggi. Daniel Goleman, salah satu pelopor EQ mengatakan, “Pada saat krisis, semua mata akan memadang kepada si pimpinan untuk mendapatkan penguatan emosi.

Pastikan, kalau Anda adalah pimpinan, Anda memberikannya” Tapi, masalahnya, si pimpinan juga akan terlalu sibuk dengan membuat strategi dan perencanaan jangka pendek dan panjang, sambil mengawasi dengan ketat. Terlalu sibuk untuk menyelamatkan perusahaan. So, siapakah kedua yang bisa diharapkan? Disinilah HR berperan!

Memang, harus diakui si atas pandemi dan urusan work from home. Sangat mudah HR terjebak dalam peran administratifnya. Bikin aturan. Bagaimana prosedur WFH? Bagaimana gajinya? Bagaimana pembayaran THR? Bagaimana perencanaan tenaga kerja ke depannya?

Begitulah. Sangat mudah buat kita terjebak dalam rutinitas, di saat pandemi ini. Jadinya, HR jadi sama kayak yang lainnya. Jadi sibuk dengan urusan ‘paper work’.

Padahal, ada yang lebih krusial!
Orang sedang membutuhkan penguatan. Apalagi, misalkan di salah satu perusahaan, ada pimpinan yang meninggal gara-gara Covid-19. Padahal itu pimpinan yang diperkirakan akan memegang posisi kepemimpinan berikutnya. Ada rasa sedih, ada rasa kecewa luar biasa. Penyebabnya, banyak yang kecewa dengan kepemimpinan saat ini.

Disini HR dibutuhkan. Hadir. Menguatkan. Memotivasi. Membuat karyawan merasa bahwa manajemen masih hadir buat mereka. Meskipun di tengah situasi yang tidak menyenangkan, plus berbagai situasi krisis yang terjadi, ada yang hadir untuk mendengarkan. Membuat karyawan merasa ada yang “menjaga” mereka. Itulah employee champion. Tak perlu teori yang terlalu rumit.

Bagaimana HR Bisa Hadir Dalam Perannya Sebagai Employee Champion?
Energy Giver

Pertama, share postive energy. Jack Welch, mantan CEO GE selalu mengatakan ada 4 E yang perlu ditunjukkan seorang leader. Yakni Energy (energinya), Energize (bagaimana ia menyemangati yang lain), Edge (ketrampilan yang dia miliki) serta Execution (kemampuan eksekusinya).

Hal yang sama juga dibutuhkan orang HR. Meskipun, HR sendiri juga capek letih. Toh HR juga manusia! Tapi, energi HR dibutuhkan. Dan energi inilah yang harus dinyalakan untuk bisa membakar yang lainnya. Kalau HR sendiri punya energi yang “memble”, bagaimana mungkin dia bisa nyalakan yang lain.

Champion of Heart

Kedua, spend time for people. HR sama seperti peran orang tua yang harus mengurusi anaknya. Kita umpamakan saja. Jika ayah, adalah sang pencari terobosan dan kemakmuran. Maka, peran ibu pencipta kesejahteraan. Jika si bapak adalah si pimpinan organisasi.

Maka, si Ibunya bisa diperankan oleh HR. HR itu memberi ketenangan. Menguatkan hati. Seperti itulah keseimbangan ini dibutuhkan. Apalagi ditengah pandemi yang gampang bikin panik, stress dan juga membuat banyak pihak harus terima “berita tak mengenakkan” khususnya tentang nasib ataupun pendapatannya. HR lah yang diharapkan bisa menenangkan dan menguatkan.

Messenger of Hope

Ketiga, HR tak henti-hentinya menyuarakan, memposting ataupun membagikan hal-hal baik. Juga memberikan komentar positif, atas apapun hal baik yang terjadi di organisasi. Berita positif itu menguatkan.

Memberi harapan. Justru kita tahu, bahwa kekuatan berita negatif adalah 4 hingga 8 kali lebih kuat daripada berita positif. Makanya dibutuhkan effort yang luar biasa untuk membuat orang tetap punya pengharapan.

Productivity Role Model

Keempat, HR jadi contoh inisiatif atas ide-ide yang produktif. Sangatlah mudah kehilangan arah dan produktivitas di masa ini. Apalagi, segalanya tidak berada pada kondisi normal. Pelanggan berkurang. Operasional tidak lancar. Banyak batasan. Interupsi atas jaringan yang membuat flow kerja jadi terkendala.

Banyak yang bisa dijadikan alasan. Jadi melempem. Tapi, jika HR ikut-ikut loyo, maka kritikan akan semakin menjadi-jadi. “Yang seharusnya memacu produktivitas kok malah jadi nggak produktif sama sekali”? Jadi mau tak mau, HR harus punya planning, kesibukan, jadwal, aktivitas level organisasi, yang membuat orang melihat bahwa “HR menjadi contoh”.

Dan satu pertanyaan terakhir yang muncul, ketika saya membawa seminar online soal topik ini, “Lantas, HR sendiri siapa yang akan kasih mereka energi?”.

Hmm..Jawabnya, memang tidak menyenangkan. HR harus dapat energi dari mereka sendiri. Karna itulah, mau nggak mau, HR butuh kompak, saling menguatkan diantara mereka. Saling support. Paham, bahwa mereka harus kuat, supaya bisa menguatkan yang lain. This is the noble of HR!

Salam Antusias!

Anthony Dio Martin

WISE (Writer, Inspirator, Speaker, Entrepreneur)

CEO HR Excellency, trainer, motivational speaker, ahli psikologi dan juga executive coach, yang dijuluki “The Best EQ Trainer Indonesia”. Penulis yang menerima rekor MURI dengan 16 buku (beberapanya best seller) dan 35 CDAudio Inspirasi. Beliau aktif menulis di berbagai harian dan kolumnis majalah di Indonesia. Host program radio inspirasional “Smart Emotion” di SmartFM serta pernah memandu acara televisi, “Inspiration Moment” serta ”Motivatalk” di TV nasional.

Kunjungi websitenya di www.anthonydiomartin.com. Kontak : HR Excellency di (021) 3518505 atau (021) 3862521 atau email: [email protected]

Related Articles

Leave a reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

DUKUNG KAMI

396PengikutMengikuti
113PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles